PADANG | Masa libur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momentum penting yang kembali menegaskan peran strategis kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik di Sumatera Barat. Dalam rentang waktu tiga hari, sejak 16 hingga 18 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang, dengan tingkat keterisian kursi bahkan melampaui kapasitas yang tersedia.
Data resmi KAI Divre II Sumbar menunjukkan, sebanyak kurang lebih 21.000 pelanggan memanfaatkan layanan kereta api pada periode tersebut. Angka ini setara dengan 102,46 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 20.496 kursi. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang, tetapi juga menandai meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api di Ranah Minang.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyebut tingginya okupansi tersebut sebagai sinyal positif bagi perkembangan transportasi publik di daerah. Menurutnya, kereta api kini semakin dipandang sebagai moda yang aman, nyaman, dan andal, khususnya saat momen-momen krusial seperti libur keagamaan dan akhir pekan panjang.
“Okupansi yang menembus angka 100 persen lebih menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan,” ujar Reza.
Dari sisi pergerakan penumpang, Stasiun Padang kembali menegaskan posisinya sebagai simpul transportasi utama di Sumatera Barat. Selama masa libur Isra Mi’raj, stasiun ini mencatat jumlah kedatangan sebanyak 6.247 penumpang dan keberangkatan 6.073 penumpang, tertinggi dibandingkan stasiun lainnya.
Selain Stasiun Padang, tingginya mobilitas juga tercatat di Stasiun Pariaman, Air Tawar, Naras, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Fakta ini menunjukkan bahwa jaringan kereta api lokal telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjangkau berbagai destinasi, baik untuk keperluan mudik singkat, wisata, maupun aktivitas keluarga.
Untuk memastikan kelancaran layanan di tengah lonjakan penumpang, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga kereta api lokal andalan, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang. Ketiga layanan tersebut terbukti efektif menopang arus mobilitas masyarakat selama libur panjang.
Reza menegaskan, keberadaan KA lokal tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antardaerah. Akses yang semakin mudah dan terjangkau turut mendorong pergerakan sektor pariwisata serta aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur kereta api.
Dengan tarif yang ramah di kantong dan fasilitas yang terus ditingkatkan, kereta api kini kian diminati oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan, serta faktor keselamatan menjadi nilai tambah yang membuat moda ini semakin kompetitif dibandingkan transportasi darat lainnya.
Di tengah tingginya minat masyarakat, KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan pelanggan untuk selalu membeli tiket melalui kanal resmi, terutama aplikasi Access by KAI. Langkah ini penting untuk menghindari potensi penipuan serta memastikan perjalanan yang aman dan terjamin.
“Kami terus berinovasi, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan pelanggan. Komitmen kami adalah menghadirkan transportasi yang modern, andal, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tambah Reza.
Ke depan, KAI Divre II Sumatera Barat memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kapasitas, khususnya dalam menghadapi lonjakan penumpang pada momen libur panjang. Dengan perencanaan yang matang dan pelayanan yang konsisten, KAI optimistis kereta api akan semakin mengukuhkan diri sebagai pilihan utama transportasi publik di Sumatera Barat.
TIM


